WISATA DICIREBON

shares |

1. Telaga Remis


Telaga Remis. Sebuah danau indah di kaki gunung Ciremai, terletak di desa Kaduela, Kuningan, Cirebon. Anda akan kagum dengan keindahan tempat wisata yang sejuk dengan air yang super jernih kehijauan, bahkan dasarnya terlihat sangat jelas. Di sini terdapat remis (kerang air tawar) yang lezat dan mengandung protein tinggi. Pada sisi telaga yang berbatasan dengan hutan, sering dijadikan sebagai lokasi foto pre wedding yang memikat. Tak heran obyek ini begitu banyak pengunjung yang mencintai alam yang sejuk dan asri untuk mencari ketenangan dan mencari suasana alam yang begitu asri. selain itu obyek ini di cintai kalangan anak-anak muda di Cirebon.



2. Pemandian Cibulan

 Tempat rekreasi keluarga yang sangat nyaman ini terletak di wilayah Kuningan  atau sekitar 28 km dari pusat kota Cirebon. Wisatawan yang datang dapat berenang di dua kolam yang tersedia dan ditemani ikan Dewa (Kancra Bodas). Sungguh menarik, bukan? Liburan bersama anak-anak sangat tepat dilakukan di sini, dan lihatlah keceriaan mereka bermain bersama ikan yang jinak. Selain kolam rendam, kawasan tempat wisata Cibulan juga dikenal dengan keberadaan 7 sumur keramat (kolam kecil) di sekitarnya. banyak kejadian-kejadian aneh disekitar obyek wisata Cibulan karena pemandian ini merupakan pemandian kerjaan pada zaman dahulu. konon katanya ikan-ikan yang ada di kolam ini ikan kerajaan yang apabila bisa dilihat hanya seekor ikan hidup dengan tulang saja.

    3. Gua Sunyaragi.

     Tempat wisata yang juga dikenal sebagai Taman Sari ini merupakan lokasi bertapa keluarga sultan. Letaknya di jalan by pass Brigjen Dharsono, kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Cirebon. Memang tempat ini tidak terlalu ramai bahkan bisa dikatakan sunyi seperti arti dari namanya. Tetapi bagi warga yang ingin menikmati kesendirian smbil bertapa, sudah pasti Taman Sari Sunyaragi adalah tempat yang cocok.

          
    4. Keraton Kasepuhan


     Keraton Kasepuhan menjadi tempat wisata di Cirebon yang wajib anda kunjungi, tempat ini sangat terawat dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Cirebon. Keraton ini sangat megah dan paling keren di Cirebon, sangat sayang sekali kalau kita lewatkan. Lokasinya ada di Jl. Jagasatru, Cirebon. Anda bisa menemukan keraton ini dengan mudah.
    Pembangunan keraton ini dilakukan sekitar tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati). Terdapat museum di dalamnya, berisi aneka benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Dahulu, nama  ini adalah Keraton Pakungwati sebagai bentuk penghormatan kepada Pangeran Mas Mochammad Arifin yang juga bergelar Panembahan Pakungwati I
    Di bangunan ini anda akan melihat akulturasi budaya jawa, sunda, China, India, Arab dan Eropa. Keberadaan dua patung macan putih di gerbang keraton melambangkan bahwa Kesultanan Cirebon merupakan penerus Kerajaan Padjajaran serta memperlihatkan pengaruh agama Hindu pada masa itu. Gerbang yang menyerupai pura di Bali, ukiran daun pintu gapura yang bergaya Eropa, pagar Siti Hingilnya dari keramik Cina, serta tembok bata merah khas Jawa yang mengelilingi keraton merupakan fakta akulturasi tersebut.
     Tempat wisata bersejarah yang lengkap dengan isi museum yang sangat menarik ini merupakan pusat pemerintahan pertama kesultanan Cirebon. Obyek ini sangat bersih dan terawat dan selalu menjadi tempat kunjungan favorite terutama pada tanggal 1 syawal. Karena saat itu, kereta kencana Singa Barong dimandikan (konon merupakan kereta milik sunan Gunung Jati). Jika anda ingin berlibur ke Keraton Kasepuhan, silakan beli tiket masuk secara online karena lebih murah. Harganya hanya Rp. 15.000 per orang.


    5. Keraton Kanoman. 





    Dulu obyek ini digunakan sebagai tempat kediaman wakil sultan. Lokasinya berada di jalan Winaon, kampung Kanoman, Lemah Wungkuk, Cirebon. Di keraton yang berdiri di atas tanah seluas 6 hektar ini, masih tersimpan barang-barang bersejarah, termasuk diantaranya dua kereta kencana yang cukup populer yaitu kereta Paksi Naga Liman dan Jempana. Tiket masuk ke keraton ini lebih murah dari keraton Kasepuhan.

    Related Posts

    0 komentar:

    Posting Komentar